Miftahul Mannan, Mutiara Kalam Kiai Abdul Manan

0
542

Kiai Soleh Pacitan. Siapakah dia? Beliau adalah Muhammad Soleh Tambakagung, Bangkalan, Madura, yang hidup sekitar tahun 1260-1332 H/1844-1914 M.

Oleh murid-muridnya dan masyarakat sekitar ia lebih dikenal dengan panggilan Kiai Soleh Pacitan.

Penyebutan nama Pacitan, sebuah daerah di barat daya Jatim ini, tak lain karena di setiap maqolah, fatwa dan pendapat-pendapatnya tentang berbagai keilmuan yg disampaikan di majlis-majlis ilmu selalu menisbatkan nama gurunya dari Pacitan yang tak lain adalah Kiai Abdul Mannan, pendiri Pondok Tremas yang masyhur tersebut.

Bila melihat masa kehidupannya, kemungkinan ia mondok di Tremas sekitar akhir tahun 1850an hingga awal 1860an atau era setelah Kiai Abdul Manan studi di Al Azhar.

Sebagaimana diceritakan salahsatu cicitnya, Lora Usman Hasan, pada naskah-naskah peninggalan buyutnya banyak sekali catatan yg merujuk pada qaul/pengendikan Kiai Abdul Manan Tremas. Bahkan dimungkinkan ada beberapa naskah dengan keterangan _katabahu Kiai Abd Manan_ yang berarti naskah salinan tersebut adalah karangan Kiai Abdul Manan.

Kitab Miftahul Manan yang sedang proses tahqiq dan segera dimintakan tashih ke kiai-kiai sepuh, seperti pada gambar, adalah bagian ikhtiar dari kawan-kawan dari _Nahdlatut Turats_ yang ada di Madura untuk menyelamatkan khazanah ilmu pada manuskrip peninggalan ulama Nusantara sebagai warisan yang tak ternilai dan wajib dijaga keberadaannya.

Kitab ini, sebagaimana keterangan Mas Ayung Notonegoro , disalin dari naskah koleksi Kiai Soleh yang isinya membahas permasalahan aqidah dan tasawuf, yang dipelajari langsung Kiai Sholeh kepada dua ulama terkemuka, Kiai Abdul Manan saat mondok di Tremas, Pacitan, dan Syekh Imam Asy’ari Karanggayam, Mojokerto. Naskah ini telah ditahqiq oleh Lora Usman Hasan, salahsatu cicit Kiai Soleh.

Jika pada penerbitan kitab oleh Nahdlatut Turats sebelumnya bersifat terbatas, untuk kitab Miftahul Manan ini akan diedarkan kepada publik secara luas. Bila sudah terbit nanti, pembelian kitab ini akan sangat membantu kerja-kerja “penambangan” Nahdlatut Turots menggali khazanah ilmu ulama Nusantara yg masih banyak terpendam dan harus kita gali agar bisa dipersembahkan pada umat.

Semoga kawan-kawan di Nahdlatut Turats selalu dalam kondisi sehat lahir batin dalam mengemban tugas mulia dan dimudahkan Allah dalam segala urusan .

Penulis: Adeahmad

Redaktur: Zaenal Faizin