Berkat Ketekunan, Dua Santri Tremas Raih Beasiswa di Al Azhar Mesir

0
351
Muhammad Zukhruf Muwafiqi dan Muhammad Niamul Amiq

Tremas– Siapa yang tak ingin kuliah di Univeritas Al Azhar Mesir? Jawabanya pasti banyak yang mendambakan bisa belajar di universitas yang berdiri tahun 975 dan menjadi pusat pembelajaran islam itu.

Seperti halnya dua orang santri Pondok Tremas Pacitan. Muhammad Zukhruf Muwafiqi dari Kabupaten Semarang dan Muhammad Niamul Amiq, alumni tahun 2020 yang berasal dari  Tegal Jawa Tengah. Keduanya mampu mewujudkan mimpi dengan berhasil menembus beasiswa di Universitas Al Azhar Mesir.

“Saya memperoleh beasiswa pendidikan kuliah di Al-Azhar melalui Pusat Studi Islam Bahasa Arab (PUSIBA) setahun yang lalu,” kata Amiq kepada redaksi melalui aplikasi WhatsApp, Senin (17/01/2022).

Dia merasa beruntung menjadi salah satu dari sejumlah santri yang mendapatkan beasiswa kuliah di Al-Azhar.

Rombongan sebelum berangkat ke Mesir

Selain dengan usaha keras dan belajar giat, menurutnya,semuanya tak lepas dari do’a para guru, orang tua, serta teman seperjuangannya di Pondok Tremas. Karena itu dia mengucapkan terima kasih kepada pengasuh dan seluruh guru yang telah membimbing selama belajar di pesantren.

“Kepada kerabat yang telah membantu saya sukses dalam beasiswa ini, saya tidak bisa mengatakan apapun kecuali جزاكم الله أحسن الجزاء جزاكم الله خيرا كثيرا semoga Allah SWT senantiasa yang membalas mereka dengan balasan sebaik-baiknya,” papar Amiq.

Dia menyampaikan pengalamannya ketika masih tinggal di Tremas, selain bisa ngaji bermacam kitab, disini juga bisa mendapatkan pengetahuan formal semacam sejarah Indonesia dan dunia, ilmu sosial, pendalaman organisasi, dan juga tentunya bisa menguasai bahasa Arab dan Inggris yang saat ini sangat dibutuhkan di dunia pendidikan.

“Pengalaman saya ketika masih di pondok yang selama ini sangat berperan dalam mengantarkan kuliah ke luar negeri yakni dengan tekun belajar, mengikuti ngaji wetonan dan mencari guru pribadi yang dapat membimbing khusus atas kemampuan saya,” Imbuhnya.

Modal ketekunan dan semangat belajar yang menghantarkan keduanya bisa meraih beasiswa. Selain itu mampu menyelesaikan syarat-syarat kelulusan tes beasiswa.

“Prinsip saya tidak lupa selalu meminta doa dari para guru dan orang tua dan belajar semaksimal mungkin. Karena setiap keinginan pasti ada jalan jika dibarengi dengan kesungguhan dan tekad yang kuat,” tungkasnya.

Penulis : Anwar Sanusi

Redaktur : Zaenal Faizin