Alumni Tremas, Iip D Yahya Raih Penghargaan R Soeprapto Award 2024

0
1507
Alumni Pondok Tremas, Iip D Yahya saat menerima penghargaan

Setelah menerima penghargaan dari panitia peringatan Dua Abad Pondok Tremas atas sumbangsihnya sebagai pencipta lagu mars Pondok Tremas dan pencipta tema dua abad; Mengakar, mekar, menyebar, Iip D yahya, alumni asal Tasikmalaya kembali menerima penghargaan bergengsi dari Kejaksaan Republik Indonesia (RI) dalam ajang R Soeprapto Award Tahun 2024.

Penghargaan tersebut diraihnya dalam nominasi sebagai Penulis Buku dan Peneliti Sejarah Kejaksaan RI yang diberikan dalam Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2024.

Alumni Pondok Tremas tahun 1990 ini mendapatkan penghargaan setelah menulis tentang Jaksa Agung Soeprapto dan Sejarah Pertumbuhan Kejaksaan Republik Indonesia yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas pada tahun 2024.

“Saya sangat bersyukur, sebagai peneliti yang bukan sarjana, sebagai santri, karya saya diapresiasi di tingkat nasional. Semoga menjadi inspirasi bagi para santri untuk sungguh-sungguh menjadikan menulis sebagai profesi,” jelasnya, seperti dilansir dari laman NU Online pada Kamis (11/1/2023) siang.

Pria yang akrab disapa Kang Iip tersebut menjelaskan, alasan dirinya menulis judul buku tersebut bermula pada kekagumannya terhadap Jaksa Agung Soeprapto yang merupakan teladan dan berhasil meningkatkan kualitas jaksa melalui pelatihan dan pendidikan. Sehingga, dapat diikuti oleh jaksa-jaksa selanjutnya di tubuh Kejaksaan Agung RI.

IIp D Yahya bersama para tokoh penerima Penghargaan ajang R Soeprapto Award Tahun 2024.

“Hal tersebut diikuti oleh Jaksa Agung Burhanuddin sekarang sehingga kita bisa melihat jaksa-jaksa muda yang sudah bergelar doktor di bidang hukum. Peningkatan SDM ini akan berdampak signifikan pada performa jaksa dalam proses penegakan hukum di Indonesia,” jelas pria yang kini dipercaya sebagai Direktur Media Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat itu

Kang Iip bercerita, sejak 2003 dirinya telah meneliti sosok Jaksa Agung Soeprapto yang menjabat pada periode 1950-1959. Secara tidak langsung, Kang Iip banyak menemukan data tentang Kejaksaan juga. Sehingga, karya pertamanya ia beri judul Mengadili Menteri Memeriksa Perwira, Jaksa Agung Soeprapto dan Penegakan Hukum di Indonesia 1950-1959, Gramedia Pustaka Utama (2004).

“Buku tersebut mendapatkan sambutan baik, terutama dari pakar sejarah hukum Indonesia Daniel S Lev. Belakangan Indonesianis yang lain, Sebastian Pompe, juga mengapresiasi buku tersebut,” ujarnya.

Setelah berselang 20 tahun, banyak data baru yang ia temukan. Kemudian, ia menulis ulang biografi Jaksa Agung Soeprapto itu menjadi buku baru yang berjudul Jaksa Agung Soeprapto dan Sejarah Pertumbuhan Kejaksaan Republik Indonesia, Penerbit Buku Kompas (2024).

“Selain soal Jaksa Agung Soeprapto, saya juga diminta bantuan untuk meneliti sejarah Persatuan Jaksa-jaksa (Persaja) dan menentukan Hari Lahir Kejaksaan,” katanya.

Sebagai informasi, selain Kang Iip ada empat tokoh lain yang mendapatkan“R. Soeprapto Award Tahun 2024″, yakni (1) Abdullah Azwar Anas, S.Pd, S.S., M.Si. selaku Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN RB); (2) Muhammad Yusuf Ateh selaku Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (Kepala BPKP); (3) H Al Haris selaku Gubernur Jambi; dan (4) Fachrizal Afandi selaku Tenaga Ahli Jaksa Agung.

sumber : NU Online