Kiai Fuad: Tak Ada Hari Istimewa di Dunia Kecuali Hari Kelahiran Nabi

0
175
Kiai Haji Fuad Habib tampak khusyu' bershalawat

Tremas – Para masyayikh, pengasuh, dan santri Pondok Tremas Pacitan, Rabu malam (28/10) menggelar kegiatan Dziba’ Akbar, yang menjadi puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang telah dimulai sejak malam 1 Robiul Awal lalu.

Mereka secara bergantian membaca sejarah perjalanan hidup Nabi yang terangkum dalam kitab Maulid al-Barzanji karangan Syekh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad al-Barzanji itu hingga khatam.

Pengasuh Pondok Tremas, KH Fuad Habib Dimyathi sebelum memimpin bacaan maulid mengungkapkan, bahwa ribuan bahkan jutaan bacaan shalawat nabi yang dibaca pada malam kelahiran nabi merupakan perwujudan cinta dan penghormatan terhadap Rasulullah Muhammad SAW.

“Malam ini kita bersama- sama memuja dan memuji dengan qasisah-qasidah sebagai bentuk rasa demen (cinta) kepada beliau kanjeng Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Fuad.

Malam kelahiran nabi, ungkap Kiai Fuad, adalah malam yang paling istimewa. Kelahiran nabi merupakan segala sumber kemuliaan di bumi ini. Nabi sebelum kelahiranya pun, sudah membawa banyak berkah bagi seluruh alam.

“Bahkan kalau saya. Di dunia ini tidak ada hari yang paling saya cintai. Di dunia tidak ada hari yang paling istimewa, kecuali hari lahire (hari kelahiran) gusti kanjeng nabi. Karena apa? Karena beliau adalah wassababil a’dham likulli maujud” ungkap Kiai Fuad.

Menurut Kiai Fuad, inti dari cinta kepada nabi adalah mengikuti dan meneladani ajaran-ajaran yang dibawa oleh nabi. Cinta terhadap nabi harus diwujudkan dalam bentuk kecintaan dan ketaatan terhadap agama.

“Tapi yang utama nderek tindak laku beliau, aqwalihi, ahwalihi dan a’malihi itu yang utama. tapi seneng kepada duhur kanjeng rasul  itu juga sudah luar biasa,” sambungnya.

Dengan memperbanyak membaca shalawat, imbuh Kiai Fuad, akan menghantarkan kita bertemu dan berkumpul bersama Rasulullah Muhammad SAW kelak dihari kiamat. Disaat tidak ada yang bisa membemberikan pertolongan, hanya nabi Muhammad dengan kasih sayangnya akan memberikan syafaat kepada ummatnya.

“Semoga kita kelak nderek dibawah naungan pangendikane kanjeng nabi, ummati, ummati. Sebab kanjeng nabi yang bisa menyelamatkan mahluk sak jagad. Arep-arepane kito namung gusti kanjeng nabi,” pungkasnya.

Kiai Fuad lalu mengakhiri sambutan dengan memanjatkan doa yang diamini oleh seluruh santri, dengan harapan selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan selalu mendapat ridho dari Allah SWT.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, kegiatan dziba’ akbar untuk tahun ini tampak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pondok Tremas membatasi kunjungan tamu dan alumni dari luar daerah. Mereka dianjurkan untuk tidak datang ke pondok dan tetap mengikuti majlis ini melalui siaran langsung lewat channel Youtube Tremas TV. (Media Watch Attarmasi)

Komentar Anda