Tiga Macam Orang Berilmu Menurut Gus Muadz, Kita yang Mana?

0
747
Gus Muadz saat berbicara pada Pengajian Akbar Ngudi Rahayu Fest

Semarang– Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH Muadz Al-Jabal Harist Dimyathi menuturkan tingkatan manusia berdasarkan pengetahuannya terbagi menjadi beberapa golongan. Menurutnya, semakin tinggi tingkat pemahaman seseorang akan menjaga keilmuannya.

“Yang pertama menurut Imam Ghozali adalah orang yang mengetahui sesuatu (berilmu) dan dia juga menyadari bahwa dirinya tahu, ini adalah golongan yang paling tinggi. Bagi kita semuanya ini wajib hukumnya untuk mengikuti kepada orang yang demikian, karena ini golongan orang yang ‘alim ‘alamah,” katanya dalam Pengajian Akbar Ngudi Rahayu Fest yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Masyarakat Berbudaya Channel (06/08/2022).

Pria yang akrab disapa Gus Mu’adz tersebut menyampaikan, orang berpotensi terkadang banyak yang ditinggalkan. Ia mengatakan seseorang yang memiliki potensi juga perlu adanya dukungan dari pihak lain.

“Tingkatan yang kedua adalah seorang yang mengetahui dan berilmu tetapi dia tidak menyadari akan keilmuannya tersebut. Ini menjadi tugas kita semuanya terutama para pemimpin daerah agar memperhatikan dan merekrut orang seperti ini agar keilmuannya bisa dimanfaatkan oleh orang banyak,” sambungnya.

Ketiga, adalah seorang yang tidak berilmu tetapi menyadari akan kekurangan itu. Menurutnya, hal semacam ini masih dalam kategori orang yang baik karena masih menyadari bahwa dirinya membutuhkan bimbingan.

“Ini orang yang membutuhkan bimbingan dari tingkatan kedua apalagi tingkatan pertama. Ini sangat butuh bimbingan, tugas kita semuanya, terutama kyai, alim ulama, dan para alumni pondok pesantren untuk memberikan bimbingan,” terangnya.

Pria yang gemar mendaki tersebut menjelaskan wajib hukumnya bagi alumni pondok pesantren untuk menyampaikan ilmu yang telah diperoleh selama di pesantren. “Khususnya jamaah yang mendengar saya dan mengaku sebagai alumni Pondok Tremas hukumnya wajib bagi kalian untuk mengamalkan ilmu kalian,” tegasnya.

Redaktur : Zaenal Faizin