Gus Amma’ Jelaskan Pengertian Yatim Piatu yang Sesungguhnya

0
744

Pacitan- Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, KH Hammad Al-Alim Harist Dimyathi mengatakan saat ini banyak terjadi salah pemahaman tentang pengertian golongan yatim piatu. Menurutnya, ketika seseorang sudah baligh dan ditinggal oleh orang tuanya sudah tidak termasuk dalam sebutan yatim atau piatu.

“Itu siapa yang disebut dengan anak yatim? Jadi yang disebut dengan anak yatim adalah baik dia laki-laki atau perempuan sedangkan sebelum usia mereka baligh sudah ditinggal orang tuanya ini disebut dengan ‘al aitam. Ini yang terkadang kita masih salah kaprah,” katanya.

Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Santunan Yatim Piatu Dan Dhuafa Fuqoro Wal Masakin 10 Muharam 1444 H dirangkaikan Khotmil Qur’an dan Sholawat Dalanan Padang Rembulan (SDPR) Sak Madyo bersama Bocah Angon di depan Kantor Bupati Pacitan, Ahad malam (07/08/2022).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Amak itu mengatakan saat ini banyak orang yang pintar tetapi banyak yang tersesat. Ia menegaskan jika suatu keilmuan tidak disesuaikan tempatnya pada akal pikiran yang sehat maka yang akan terjadi ilmu itu akan menjerumuskannya.

“Jadi sebenarnya dihadapan Allah SWT orang yang paling hebat adalah orang yang mampu menggunakan dengan baik akal dan ilmu pengetahuan yang telah Allah berikan. Kebanyakan orang yang mendapatkan perintah dari Allah namun tidak dilaksanakan itu karena mereka mengedepankan keilmuannya tapi akalnya mohon maaf tidak pernah terpasang secara sempurna,” tegasnya.

Sementara Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (Mas Aji) dalam kesempatan itu menegaskan giat tersebut merupakan wujud ikhtiar bersama pemerintah dan semua lembaga untuk memperoleh berkah dan ridho dari Allah SWT.

“Juga keberkahan untuk masyarakat dan Kabupaten Pacitan. Terima kasih untuk para muzakki atas keikhlasan menyisihkan sebagian rejekinya untuk saudara lain yang membutuhkan. Intinya malam ini kita hurmat hari Asyuro 10 muharram,” terang Bupati.

Santunan diberikan kepada 144 penerima. Masing-masing mendapatkan santunan Rp. 150 ribu. Acara serupa juga berlangsung serentak di 11 kecamatan lainya. Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho serta para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda dan seluruh pimpinan perangkat daerah beserta jajaran.

Redaktur : Zaenal Faizin