Kiai Luqman: Jadi Santri Itu Mulia, Bersyukurlah

0
353

Tremas- Pengasuh Pondok Tremas Pacitan KH Luqman Harist Dimyathi mengatakan bahwa santri adalah sosok yang mampu meneruskan perjuangan salafunassalih. Selain itu, pelajaran yang diajarkan di pesantren juga masuk dalam sistem pendidikan nasional.

“Artinya negara Republik Indonesia ini sudah mengakui keberadaan peninggalan salafunassalih,” kata kiai Luqman.

Ia menyampaikan hal itu dalam acara Haflah At-Tasayakur dan Hifdzinnidzom Imrithi, Jurumiyah, Tuhfatul Athfal, dan Aqidatul Awam yang digelar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Senin (21/03/2022) malam.

“Kegiatan seperti ini akan sangat bermakna di masa mendatang. Ini merupakan suatu upaya yang mampu menyaring berbagai generasi,” sambung Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pesantren Muadalah itu.

Menurut kiai penyandang gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) itu, santri harus bangga dan percaya diri karena telah meneruskan perjuangan salafunassalih. Ia juga menegaskan bahwa terdapat beberapa perguruan tinggi yang sudah bermitra dengan pesantren.

“Saya senang dan terharu terhadap kalian yang menjadi hamba Allah yang masih bisa mempertahankan kemuliaan daripada salafunassalih,” lanjut Kiai Luqman.

Lebih lanjut Kiai Luqman menyampaikan, pesantren akan terus bergerak go internasional. Hal ini telah terbukti bahwa beberapa pengasuh pondok pesantren se-Indonesia telah melakukan kesepakatan dengan Universitas Al Azhar, Cairo, Mesir pada bulan November lalu.

“Tidak hanya belajar ke timur tengah, harapannya mampu ke eropa juga. Salah satu tujuan utama adalah Belanda,” pungkasnya.

Redaktur: Zaenal Faizin