Kiai Luqman: Tak Ada Alasan Tidak Mengaji

0
318

Tremas- Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas KH Luqman Harits Dimyathi berpesan kepada para santri dan pengurus pesantren untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak melakukan kebaikan. Karena di bulan yang mulia ini setiap perbuatan baik akan dilipatgandakan.

“Kita memasuki bulan suci. Dimana setiap kebaikan semua dilipatgandakan. Bahkan apa yang ada di pikiran kita saja juga dilipatgandakan sebagai pahala,” kata kiai Luqman pada kegiatan ijtima’ malam pertama Ramadhan di serambi masjid pesantren setempat, Sabtu malam (02/04/2022).

Menurutnya, bulan Ramadhan ini menjadi motivasi untuk beribadah sebaik mungkin karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang berbeda dari bulan yang lain. Pasalnya, diantara 12 bulan yang ada dalam setahun, bulan ramadhan merupakan bulan istimewa dan penuh keberkahan.

Lanjut kiai penyandang gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta itu, bulan Ramadhan juga merupakan bulan Al-Qur’an. Ia menghimbau kepada santri agar menghatamkan Al-Qur’an di bulan ini. Tentunya diimbangi juga dengan menjauhkan diri dari kemaksiatan dan pikiran negatif.

“Kesempatan yang mulia ini mari bersama-sama kita semua isi dengan kegiatan-kegiatan positif. Bahkan dibulan ramadhan ini hanya dengan tidur saja sudah mendapatkan pahala. Sebaliknya keburukan juga mendapat ganjaran yang berlipat, kesempatan ini tidak bisa ditemukan kecuali di bulan ramadhan.” tuturnya.

Sekretaris Jendral Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) tersebut menambahkan, Pondok Tremas selalu mengadakan pengajian ramadhan, oleh karenanya para santri diharapkan semangat untuk mengaji.

“Kalian duduk di depan guru untuk mendengarkan ngaji saja itu luar biasa. Apa yang diucapkan guru itu adalah karya besar ulama terdahulu yang masih dan selalu kita pelajari. Apabila kalian mengaji Tafsir al-jalalain, maka kalian akan mendengar kalam Allah Swt. Itu sudah luar biasa, apalagi di bulan Ramadhan. Yang terpenting adalah hadir di majlis tersebut. Ngaji itu tidak harus membawa kitab, cukup kalian mendengarkan saja sudah bagus. Apalagi kalian mencatatnya,” imbuhnya.

Kiai Luqman menyampaikan bahwa ngaji itu tidak ada batasan ruang dan waktu. Bahkan ia mengingatkan para alumni agar kembali semangat mengaji kepada seniornya.

“Islam itu mengulang-ulang, begitu juga agama. Sholat kita ulangi setiap hari dan banyak ibadah lain yang dilakukan berulang tanpa henti. Jadi, tidak ada alasan tidak mengaji karena sudah pernah khatam,” pungkasnya

Diketahui, sebanyak 48 kitab dikaji pada pengajian Ramadhan kali ini dan terdapat 1298 santri yang menjalankan ramadhanan di pondok yaitu, 689 santri putra, 430 santri putri, 72 pengurus, dan 11 santri kilat putra dan putri.

Redaktur : Zaenal Faizin