Lajnah Turats Al-Tarmasi Kaji Ulang Karya Ulama Nusantara yang Mendunia

0
177

Tremas- Kepedulian kepada karya ulama Nusantara mendorong Lajnah Turats Al-Tarmasi mengkaji kembali manuskrip Kitab Tsulasiat Al-Bukhori karya Syaikh Mahfudz bin Abdullah At-Tarmasi yang terpusat di gedung perkuliahan Ma’had Aly Al-Tarmasi. Harapannya, Kajian Kitab Tsulasiat Al-Bukhori tersebut selesai di bulan syawal, kemudian dicetak oleh tim penerbit Ma’had Aly Al Tarmasi.

Gus Farkhi Asna, Ketua Lajnah Turats Al-Tarmasi, menjelaskan, salah satu kitab yang akan dikaji adalah karya tokoh besar ulama Indonesia yang diakui oleh dunia internasional, yaitu Syaikh Mahfudz At-Tarmasi. Namun, akan dikaji juga beberapa karya masyayikh Pondok Tremas yang masih berupa manuskrip.

“Lajnah ini dibentuk untuk mengkaji dan menulis ulang naskah ulama atau masyayikh Tremas yang masih berbentuk manuskrip,” kata Gus Asna, Rabu (27/04/2022).

Alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir itu menambahkan, bahwa karya-karya Syaikh Mahfudz At-Turmusi tersebut bisa dibaca oleh khalayak umum setelah dikaji ulang dan dicetak. Lajnah Turats ini merupakan bukti kecintaan kepada para Masyayih dan semangat berkhidmah.

“Semoga Lajnah Turats ini menjadi bisa menjadi wasilah khidmah kepada masyayikh Tremas dan Ulama Nusantara, serta mencintai karya-karyanya,” ujarnya.

Menurut Gus Asna, Semakin tekun dalam mengkaji karya mereka, maka akan semakin dekat pula dengan kehidupanya. “Dengan mempelajari karya ulama, maka kita akan meneladani akhlak dan kedalaman ilmunya dan mengenal lebih dalam perjalanan hidup para sesepuh,” tandasnya.

Diketahui, Syekh Muhammad Mahfudz berasal dari pelosok Jawa Timur, yakni Desa Tremas di Kabupaten Pacitan yang merupakan seorang ulama Nusantara yang mendunia. Karena daerah asalnya itu, ia dikenal dengan sebutan Syekh Mahfudz Tremas. Ia hidup di rentang masa antara tahun 1868 (lahir) dan wafat pada 1920.

Berkat keilmuannya yang diakui oleh ulama-ulama di Tanah Arab, Syekh Mahfudz menjadi guru besar ilmu-ilmu keislaman di Makkah. Di samping itu, ia menulis banyak karya dalam bahasa Arab di berbagai bidang keilmuan.

Redaktur: Zaenal Faizin