Beranda SANTRI Lestarikan Keindahan Seni, Santri Tremas Gelar Attarmasie Art Exhibition ‘Al-Kalantha’

Lestarikan Keindahan Seni, Santri Tremas Gelar Attarmasie Art Exhibition ‘Al-Kalantha’

0
29
Ustadz Agus Salim
Ustadz Agus Salim

Lestarikan Keindahan Seni, Santri Tremas Gelar Attarmasie Art Exhibition ‘Al-Kalantha’

TREMAS — Pondok Tremas Pacitan kembali menggelar pameran karya seni tahunan bertajuk Attarmasie Art Exhibitiondengan mengusung tema Al-Kalantha. Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi ragam karya santri, mulai dari seni kaligrafi, lukisan, hingga instalasi geografi Nusantara.

Dalam sambutannya, Roisussyu’un Annasyathot (Ketua Bidang Kegiatan Santri) Pondok Tremas, Ustadz Agus Salim menekankan pentingnya apresiasi terhadap sebuah karya. Menurut beliau, pameran seni merupakan sarana efektif untuk menyentuh hati penikmatnya.

“Seni itu tidak akan berharga jika tidak ada yang melihat. Ketika orang lain melihat karya kalian, hatinya akan tersentuh—baik oleh keindahannya maupun proses rumit di baliknya,” tutur Ustadz Agus Salim di hadapan para santri.

Beliau menjelaskan bahwa nama Al-Kalantha diambil dari bahasa Arab yang bermakna cahaya atau penerangan. Diharapkan, pameran ini membawa berkah serta mengharumkan nama Pondok Tremas.

Lembur Karya dan Taman Mini At-Tarmasi

Menukil kata mutiara (qala qa’il), Ustadz Agus Salim mengajak para santri memanfaatkan masa muda dengan kesungguhan (fijiddi wat-thalab). Beliau menegaskan bahwa pilihan bakat santri sangat beragam, tidak hanya di bidang keagamaan atau olahraga, tetapi juga seni rupa dan arsitektur.

Salah satu karya unggulan dalam pameran kali ini adalah instalasi peta Indonesia berukuran 4×10 meter buatan santri. Mahakarya tersebut melukiskan kekayaan geografi dan ornamen khas dari berbagai provinsi.

“Ini pemikiran yang presisi. Kalau Taman Mini yang sebenarnya ada di Jakarta, hari ini anak-anak berhasil ‘menggotong’ Taman Mini Indonesia ke aula Pondok Tremas. Ini cara ampuh mengenalkan budaya Nusantara kepada santri,” puji beliau.

Mengakhiri pengarahannya, beliau mengingatkan bahwa Allah SWT menyukai keindahan (Innallaha jamilun yuhibbul jamal). Segala jerih payah santri dalam berkarya, jika diniatkan lillahi ta’ala, insyaAllah akan mendatangkan keberkahan dan ridho-Nya.