Keluarga besar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan unggul di tingkat kabupaten. Dalam momentum Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) RI ke-80, berbagai unit pendidikan di bawah naungan pesantren bersejarah ini berhasil memborong sederet gelar juara bergengsi.
Penghargaan tersebut diserahkan secara resmi dalam tajuk Malam Kemenag Award yang digelar Kantor Kemenag Kabupaten Pacitan pada Selasa malam (06/01/2026). Acara ini menjadi panggung apresiasi bagi lembaga-lembaga yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Pacitan.
Jawara Digital: Kreativitas Berbasis Santri
Salah satu torehan membanggakan diraih oleh MTs Pondok Tremas yang sukses menyabet Juara 1 Lomba Kelola Media Sosial jenjang Madrasah Tsanawiyah. Keberhasilan ini membuktikan bahwa santri Tremas mampu beradaptasi dengan cepat di era digital.
Dhimas Hary S., perwakilan Tim Media MTs Pondok Tremas, mengungkapkan bahwa podium tertinggi ini diraih berkat kerja keras dan strategi yang matang.
“Kuncinya adalah konsistensi, kolaborasi, dan interaksi. Kami berusaha memanfaatkan fitur media sosial secara maksimal, mulai dari kolaborasi konten hingga merespons interaksi di kolom komentar,” tuturnya pada Rabu (07/01/2026).
Dhimas menambahkan, proses kreatif ini melibatkan sinergi lintas generasi antara guru sebagai pembimbing dan santri sebagai pelaksana aktif. Meskipun persiapan intensif hanya memakan waktu dua minggu, kejelian tim dalam melihat tren digital menjadi faktor penentu kemenangan.
Menjaga Tradisi, Mengukir Prestasi
Tak hanya unggul di ranah teknologi, Pondok Tremas tetap menunjukkan taringnya dalam bidang keilmuan agama dan seni Qurโani. Sederet nama santri turut mengharumkan nama pondok di panggung Kemenag Award:
Adlin Aulia (MTs Pondok Tremas): Meraih Juara 2 Cabang Tilawatil Qurโan, berkat kemerduan suara dan penghayatan mendalamnya.
Muhammad Wildani Sabiq (PIP Tremas): Menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), membuktikan kedalaman pemahaman terhadap literatur klasik Islam (kitab kuning).
Komitmen Dakwah di Era Baru
Capaian prestasi yang komprehensif ini menjadi tolak ukur sejauh mana madrasah di lingkungan Pondok Tremas mampu merawat jati diri pesantren sembari menyongsong kemajuan zaman.
“Kompetisi ini menjadi cermin bagi kami. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus berkembang dan memanfaatkan ajang-ajang seperti ini sebagai sarana dakwah dan syiar madrasah yang lebih luas,” pungkas Dhimas.
Prestasi di HAB Kemenag ke-80 ini sekaligus mempertegas posisi Pondok Tremas sebagai lembaga yang sukses mengawinkan tradisi keilmuan klasik dengan kecakapan teknologi modern.

























