Kurikulum Maโ€™had Aly Harus Berwawasan Kebangsaan dan Nasionalisme

0
2536

Jakarta- Dalam Halaqoh Nasional Penyusunan Kerangka Kurikulum Maโ€™had Aly dengan menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU, Kamis (2/6) di The Media Hotel Jakarta, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Maโ€™had Aly harus memperkuat diri dengan wawasan keindonesiaan. Karena selama ini pesantren berhasil mengembangkan nasionalisme yang kuat.

Sebab itu menurut Menag, Maโ€™had Aly sebagai representasi pesantren harus memperkuat wawasan keindonesiaan selain kemampuan membaca dan memahami kitab kuning. Hal ini akan memperkuat wawasan kebangsaan kepada para lulusannya.

โ€œSaya melihat lembaga pesantren di mana Maโ€™had Aly berada mempunyai peran dan tanggung jawab dalam menghadapi era global sekarang ini. Oleh sebab itu, eksistensi Maโ€™had Aly merupakan upaya menjawab tantangan tersebut,โ€ tutur Menag.

Selain itu, Menag juga mengusulkan agar kerangka kurikulum Maโ€™had Aly mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu sosial. Sebab kemampuan menganalisis sosial akan menjadikan lulusan Maโ€™had Aly dapat memetakan kondisi masyarakat sesuai dengan keilmuan agama yang diperoleh.

โ€œDengan dasar itu, lulusan Maโ€™had Aly akan selalu relevan dengan perubahan sosial dan perkembangan zaman,โ€ tegas Menag.

Didampinggi beberapa pejabat di lingkungan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Menag menjelaskan bahwa Maโ€™had Aly bukan hanya lembaga pendidikan tinggi pesantren yang mengkaji beberapa keilmuan agama, tetapi juga mempunyai tugas menjaga tradisi baik yang dikembangkan oleh para pendahulu.

โ€œPendahulu kita tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga wawasan kebangsaan. Oleh karena itu, kerangka kurikulum bisa diarahkan pada penguatan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan selain kitab-kitab klasik,โ€ terang Menag.

Menag juga menegaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud mengintervensi kewenangan Maโ€™had Aly, tetapi hanya memberikan masukan sesuai dengan perkembangan zaman yang terus deras mengalami perubahan.

โ€œSaya melihat lembaga pesantren di mana Maโ€™had Aly berada mempunyai peran dan tanggung jawab dalam menghadapi era global sekarang ini. Oleh sebab itu, eksistensi Maโ€™had Aly merupakan upaya menjawab tantangan tersebut,โ€ tutur Menag.

Hadir beberapa tokoh penting dalam halaqoh ini diantaranya, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Wakil Ketua Umum PBNU KH M Maksoem Mahfoedz, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masโ€™udi, Ketua PP Lakpesdam PBNU H Rumadi, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag H Mohsen, Aโ€™wan PBNU Hj Sri Mulyati, dan beberapa pimpinan Maโ€™had Aly. (NU Online)