Abah Toyyib, Nasehatnya Dirindu Oleh Umat

0
4673

Tremasโ€“ Pembacaan Tahlil, Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jilani dan pembacaan Maulidurrasul mengawali rangkaian peringatan Haul ke โ€“ 5 wafatnya Almagfurlah KH Toyyib Hasan Baโ€™bud, salah satu pengasuh Pondok Tremas Pacitan. Ahad malam (21/2).

Pengasuh KH Luqman Harits Dimyathi menuturkan, semasa hidup KH Toyyib Hasan Baโ€™bud yang akrab dipanggil Abah Toyyib merupakan salah figur kiai yang sangat sederhana. Kesederhanaan itu tercermin dari sikapnya yang lebih memilih menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Dzuriyyah (keturunan) Rosulullah. Sikap sederhananya ini yang menjadikan beliau sangat dihormati dikalangan para santri dan masyarakat.

โ€œWan Toyyib telah berhasil membangun peradaban kehabaibanya di pacitan ini menggunakan Biqadri uqulihim,โ€ jelas Kiai Luqman saat memberikan sambutan atas nama keluarga.

Selain dikenal sederhana, lanjut Kiai Luqman, Wan Toyyib juga dikenal sebagai sosok kiai yang lemah lembut. Dalam kehidupanya ditengah keluarga, atau ketika mendidik para santrinya hingga melayani masyarakat, Wan Toyyib selalu menampakkan sikap santunya. Tidak heran bila muridnya berada dimana-mana dan nasehat-nasehatnya selalu dirindukan oleh umat.

โ€œApa yang menjadi pola ajaran Wan Toyyib sangat diterima oleh masyarakat pacitan, ketika bergaul dengan siapapun, beliau sangat lembut dan luwes sekali,โ€ pungkasnya.

Senada dengan Kiai Luqman, Wan Hizbullah Baโ€™bud salah satu keponakanya mengungkapkan bahwa, Abah Toyib ketika mendidik dan menasehati para santrinya selalu dilakukan dengan cara yang santun. โ€œ Tidak pernah abah toyyib itu sampai duko-duko (marah),โ€ ungkapnya.

KH Toyyib Hasan Baโ€™bud wafat pada tahun 2010 silam. Beliau Semasa hidup beliau dikenal sebagai seorang Mursyid Thoriqah Qodiriyyah Wa Naqsabandiyyah yang mempunyai banyak murid. Beliau juga pernah menjadi Mustasyar PCNU Pacitan.

Tampak Hadir dalam Peringatan Haul KH Toyyib Hasan Baโ€™bud tersebut, Pengasuh Pondok Tremas KH Muhammad Habib, Wan Hisbullah Huda, Wan Taufiq Tohir, Habib Husain Assegaf Yogja, dan para kiai lainya.