TREMAS | pondoktremas.com – Suasana khidmat menyelimuti halaman Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan pada Ahad pagi (15/02/2026). Ratusan santri kelas akhir Madrasah Salafiyah Aliyah Mu’adalah berkumpul dengan takzim untuk mengikuti prosesi pelepasan program Dakwah Bil Haal.
Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, KH. Achid Turmudzi, dalam sambutannya memberikan wejangan mendalam sebagai bekal santri yang akan terjun ke masyarakat. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari penguasaan kitab, melainkan dari sejauh mana santri mampu menampilkan keluhuran akhlak.
“Kelemahlembutan seseorang itu memberikan faedah yang lebih banyak daripada banyaknya ilmu yang dimiliki. Jadi, kalian Dakwah Bil Haal harus mempunyai riqqoh; lemah lembut hati, ucapan, dan tindakan,” dawuh Kiai Achid dengan penuh penekanan.
Menantu KH. Habib Dimyathi ini mengingatkan para santri agar senantiasa berpegang pada prinsip wa kholiqin-nasa bikhuluqin hasanin—bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik. Beliau menekankan bahwa misi utama santri di lokasi DBH adalah menyempurnakan kemuliaan akhlak sebagaimana misi utama Rasulullah SAW.
Niatkan Tholabul Ilmi, Bukan Mengajar
Ada poin penting yang digarisbawahi oleh Kiai Achid terkait mentalitas santri saat berada di desa tugas. Beliau melarang santri merasa lebih tinggi atau lebih tahu daripada warga setempat.
“Kalian disuruh belajar dengan masyarakat, bukan mengajar. Jadi, kalian masuk ke wilayah itu niatnya Tholabul Ilmi, belajar kemasyarakatan,” imbuhnya.
Oleh karena itu, santri diminta untuk ndengan (cekatan) dan ringan tangan dalam membantu segala kebutuhan warga. Mulai dari urusan ibadah seperti menjadi imam shalat, adzan, mengurusi zakat, hingga hal-hal teknis seperti membersihkan masjid setiap hari, santri harus siap sedia tanpa menolak.
Syiar Lewat Silaturahmi
Sebagai bagian dari pengabdian kepada almamater, Kiai Achid menginstruksikan para santri untuk aktif melakukan silaturahmi dari pintu ke pintu. Targetnya adalah menyapa seluruh lapisan masyarakat agar terjalin kedekatan emosional dan memperkenalkan nilai-nilai luhur Pondok Tremas.
“Dalam silaturahmi itu ngobrol-ngobrol yang jelas, jangan tergesa-gesa. Sampaikan tentang Pondok Tremas agar masyarakat tertarik, sehingga wilayah yang mungkin belum ada anak mondok, nantinya ada yang berangkat ke Tremas,” pungkas beliau.
Program Dakwah Bil Haal merupakan agenda tahunan santri kelas akhir Pondok Tremas yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Para santri akan ditempatkan di berbagai daerah pelosok di Pacitan, Wonogiri, hingga wilayah lainnya untuk mempraktikkan ilmu yang telah didapat selama bertahun-tahun di dalam bilik pesantren.
























