Keluarga Besar Pondok Tremas Berduka, Gus Luqman: Prof. Amal Adalah Panglima Perjuangan Pesantren

    0
    38

    TREMAS, pondoktremas.com โ€“ Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Islam Nusantara. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus Guru Besar pertama Universitas Darussalam Gontor (Unida), Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, wafat pada Sabtu (03/01/2026) di Solo, Jawa Tengah. Kepergian sosok pendidik yang gigih ini meninggalkan duka mendalam, tidak terkecuali bagi keluarga besar Perguruan Islam Pondok (PIP) Tremas Pacitan.

    Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pesantren Muโ€™adalah (FKPM), KH. Luqman Harist Dimyathi, menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat mendalam atas berpulangnya almarhum. Bagi kiai yang akrab disapa Gus Luqman tersebut, Prof. Amal bukan sekadar rekan seperjuangan, melainkan sosok guru dan teladan yang memiliki pandangan jauh ke depan dalam memajukan pesantren.

    โ€œKiai Amal sangat gigih dalam menyatukan pesantren Muโ€™adalah, baik pesantren Ashriyah maupun Salafiyah. Beliau mempercayakan saya, mewakili pesantren Salafiyah, untuk menjadi sekretaris beliau guna bersama-sama berjuang mengangkat derajat pondok pesantren,โ€ kenang Gus Luqman, Sabtu (03/01/2026).

    Gus Luqman menilai almarhum merupakan figur kunci yang berhasil menyejajarkan posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional melalui pengakuan ijazah (Mu’adalah). Lebih dari itu, Gus Luqman menjuluki Prof. Amal sebagai “Panglima Perjuangan” di balik lahirnya Undang-Undang Pesantren Nomor 18 Tahun 2019.

    โ€œBeliau menjadi panglima atas terbitnya UU Pesantren. Saya sangat bersyukur sering diajak beliau untuk mensosialisasikan undang-undang ini; mengajak pesantren kembali ke khittah, mendorong pesantren agar mandiri, bermartabat, dan tetap menjaga marwahnya di jalur UU Pesantren,โ€ tegas pengasuh PIP Tremas tersebut.

    Visi Prof. Amal, lanjut Gus Luqman, telah memberikan arah yang terang bagi dunia pesantren agar tetap berpegang teguh pada jati dirinya sebagai benteng moral bangsa tanpa harus tertinggal secara administratif dan kualitas pendidikan.

    Menutup pernyataannya, Gus Luqman yang juga merupakan orang kepercayaan almarhum di FKPM menyatakan komitmennya untuk terus mengawal cita-cita besar yang belum tuntas.

    โ€œIzinkan saya mewakili Tremas, sekaligus sebagai sekretaris beliau, menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa. Kami berkomitmen akan meneruskan perjuangan beliau untuk menyatukan pesantren Salafiyah dan Ashriyah di FKPM. Selamat jalan Kiai, sugeng kundur sowan wonten ngarsanipun Allah SWT. Kita semua bersaksi bahwa beliau adalah orang yang sangat baik,โ€ pungkasnya penuh haru.

    Wafatnya Prof. Amal memang meninggalkan lubang besar dalam dunia pendidikan Islam nasional. Namun, semangat kemandirian dan martabat pesantren yang beliau kobarkan diyakini akan terus hidup dan dilanjutkan oleh para santri dan generasi penerus pesantren di seluruh penjuru Indonesia.

    Penulis: Dhimas Hary