Sebagai upaya memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat, jajaran civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Attarmasi Pacitan menggelar audiensi dengan Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut digelar di Pendopo kabupaten pada Ahad (28/12/2025).
Silaturahmi ini merupakan langkah serius kampus pencetak akademisi santri tersebut dalam menindaklanjuti naskah kerja sama (Memorandum of Understanding) yang telah diteken bersama puluhan instansi pada bulan sebelumnya. IAI Attarmasi sendiri tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan langkah masif tersebut secara serentak.
Wakil Rektor Pelaksana Harian (PLH) IAI Attarmasi, Dr. Ali Mufron, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah daerah terhadap perkembangan pendidikan tinggi di lingkungan pesantren. Beliau menegaskan bahwa sinergi antara kampus dan pemerintah merupakan kunci utama dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah awal yang sangat baik. Kami berharap langkah ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi pengembangan akademik institusi maupun kontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Pacitan,” tutur Dr. Ali Mufron.
Dalam pertemuan tersebut, ditekankan pula bahwa fokus perguruan tinggi saat ini diarahkan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, IAI Attarmasi telah membentuk dua Kelompok Kerja (Pokja) teknis guna memastikan setiap butir kerja sama berjalan efektif dan profesional.
“MoU tidak akan bernilai tanpa adanya tindak lanjut yang konkret. Kami berkomitmen untuk merapikan administrasi dan segera merealisasikan poin-poin kerja sama yang telah disepakati,” tegas Dr. Ali Mufron kembali.
Sejalan dengan semangat itu, para Dekan dan Ketua Program Studi (Kaprodi) juga diinstruksikan untuk merumuskan program kerja yang inovatif sesuai dengan kebutuhan daerah. Diharapkan, kolaborasi harmonis ini mampu melahirkan karya-karya nyata yang mengangkat potensi lokal Pacitan melalui sentuhan keilmuan para akademisi santri.

























