
Jakarta– Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin menyambut baik terselenggaranya Rakernas Gerakan Nasional Ayo Mondok di Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (17/9/2025).
Kiai Ma’ruf mengatakan, menggemakan Gerakan Nasional Ayo Mondok saat ini sangat penting karena sudah ada gerakan keraguan terhadap pesantren (harakatut tasyqiq).
“Ada gerakan distrust atau ketidakpercayaan. Padahal, pesantren adalah bentengnya Islam. Pabrik Kiai. Bahkan, pesantren adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa,” ungkap Kiai Ma’ruf.
Tugas pesantren itu, jelasnya, menjaga dan melindungi umat (ishlahul ummah wa himayatul ummah). “Tantangannya semakin besar di era post thruth atau saya menyebutnya zamanul iltibas (era penuh kesamaran),”ucapnya.
Kiai Ma’ruf lalu menukil keterangan dalam Kitab I’anatu Ath-Tholibin karya Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho ad-Dimyathi as-Syafi’i pada 100 tahun lalu telah menggambarkan situasi saat ini.
فإن الزمان مفتون، وأهله عن الحق †كبون، إلا من شاء الله منهم -وهم الاقلون –
وصار المشكور عند الناس من وافقهم على أنفسهم -وإنكان غير مستقيم n -والمذموم عندهم من خالفهم -وإنكان عبدا صالحا -فتراهم يمدحون من لا يستأهل المدح لموافقته إoهم، وسكوته على Kطلهم، ويذمون من يخالفهم وينصحهم في دينهم.هذا حال الاكثر إلا من عصم الله
“Zaman ini penuh fitnah dan penduduknya sudah menyimpang (meninggalkan kebenaran). Kecuali orang yang dikehendaki Allah dan itu jumlahnya sedikit. Yang dipuji dan dihormati hanya orang yang cocok dengan selera mereka walaupun tidak istiqomah di jalan Allah. Yang dicela yang menyalahi selera mereka walaupun itu orang yang shaleh.
Mereka menghormati orang yang tidak pantas dihormati karena sebab orang itu cocok dengan seleranya dan mencela orang yang tidak cocok dengan kemauannya. Mereka menghormati orang yang membenarkan kesalahan dan membiarkan kebathilan. Ini yang terbanyak kecuali orang yang dijaga Allah.”
Seiring distrupsi global tugas pesantren tak hanya melahirkan ulul albaab atau ahli agama, tapi juga menciptakan generasi yang paham iptek dan sains. “Pondok Pesantren harus inovatif dan transformatif mengikuti perkembangan zaman,” pungkas Kiai Ma’ruf.
Sumber : Instagram K. Ma’ruf Amin
























