Kiai Luqman Berikan Ijazah Istighatsah KH Hasyim Asy’ari

0
532

Arjosari- Pengasuh Pondok Tremas KH Luqman Harits Dimyathi secara khusus memberikan ijazah berupa bacaan Istighatsah yang disusun oleh Hadratussyekh Hasyim Asy’ari kepada Warga NU Pacitan yang mengikuti acara Manaqib Kubra dan Halaqah kebangsaan yang digelar MWC-NU Arjosari di Pesantren Roudhoh Al Hikam, Mangunharjo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Sabtu (26/8).

Bacaan istighatsah banyak diamalkan oleh warga NU untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Namun bacaan Istighatsah yang disusun oleh pendiri NU ini ternyata belum banyak dikenal luas dan belum diamalkan oleh warga NU sendiri.

Kiai Luqman mengungkapkan, bacaan Istighatsah ini perlu dikenalkan kepada warga NU untuk menambah wirid-wirid yang sudah ada sebelumnya. Semua wirid dan bacaan Istighatsah, menurutnya, baik untuk diamalkan dan memiliki sanad atau mata rantai yang jelas hingga sampai kepada Rasulullah.

Sementara bacaan istigatsah Hadratusssyekh ini ia peroleh langsung dari Kiai Fahruddin, pengasuh pesantren Thoriqul Huda, Ponorogo beberapa tahun lalu. Kiai Fahrudin yang merupakan santri pesantren Tebuireng Jombang ini mendapat ijazah dari Kiai Kholiq, salah satu putera KH Hasyim Asy’ari.

“Kulo angsal ijazah saking kiai Fahrudin Ponorogo (Saya mendapat ijazah dari Kiai Fahrudin Ponorogo). Kiai Fahrudin mendapatkan ijazah dari Kiai Kholiq. Kiai Kholiq dari Mbah Hasyim Asy’ari,” ungkapnya seperti dikutip dari situs NU Online.

Diawali dengan bacaan basmallah dan shalawat, Kiai Luqman lalu memberikan ijazah istighasah dengan ijab qabul kepada para jamaah. “Wonten ing siang meniko secara resmi kulo ijazahaken istighatsah meniko dumateng panjenengan sedoyo ingkang wonten majelis meniko (pada siang hari ini secara resmi saya ijazahkan bacaan istighasah ini kepada para jamaah yang hadir di majelis ini),” katanya. Lalu para jamaah dengan serentak dan mantap menjawab “Kulo tampi (saya terima)”.

Tidak hanya memberikan ijazah, kiai Luqman  juga memberikan telaah dan tashih (pembenaran) pada tiap bacaan istighatsah ini. Satu persatu bacaan istighatsah yang diawali dengan Asmaul Husna, istighfar  ini ia bacakan sesuai dengan urutan dan jumlah bacaannya.

Setelah menerima ijazah ini, warga NU dianjurkan untuk mengamalkannya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bacaan istigatsah ini, imbuhnya, boleh diamalkan secara bersama-sama dan boleh juga dilakukan secara sendiri-sendiri.

Tampak hadir dalam acara ini, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur H Rubaidi, Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud, para Kiai seperti KH Burhanudin HB, KH Hammad Al Alim, Kiai Syaifuddin, dan Kiai Sardi. Tampak pula Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo dan Camat Arjosari Ahmad Taufan.

Komentar Anda