Ikatan Alumni Pondok Tremas (IAPT) Jakarta dan Tradisi Ziarah Kubur; Keramat Luar Batang

0
426
Rutinan Ziarah Luar Batang Bersama Habib Luthfi bin Yahya

Jakarta-Malam yang sunyi adalah saat yang tepat untuk bermunajat dan bersimpuh di hadapan Allah. Karena menurut keterangan beberapa kitab kuning, berdoa di waktu sepertiga malam termasuk waktu-waktu yang mustajab. Apalagi berdoa di tempat-tempat yang dimuliakan seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Al Aqsha.

Ziarah kubur merupakan tradisi Islam dan merupakan bagian dari ritual keagamaan. Ritual ziarah kubur terutama kepada para Nabi dan orang-orang sholeh memiliki keutamaan di samping pengaruhnya terhadap rohani para peziarah. Karenanya Rasulullah SAW sering mengunjungi pemakaman Baqi (kompleks pemakaman para sahabatnya di Madinah). Menyaksikan nisan-nisan dapat melembutkan hati yang paling keras sekalipun. Membuat pendengaran kepada telinga yang paling tuli. Memberikan cahaya kepada penglihatan yang paling samar.

Di Nusantara terdapat banyak sekali tempat-tempat keramat makam para waliyullah selain Walisongo yang selayaknya dikunjungi oleh para peziarah. Di jakarta terdapat sebuah makam Wali Allah yang lebih masyhur dikenal dengan makam keramat luar batang.

Alumni PIP Tremas/ IAPT jabotabek memiliki rutinitas mingguan setiap senin malam selasa. Kegiatan ini diikuti oleh anggota IAPT (Ikatan Alumni Pondok Tremas) yang tergabung dalam YMYB (Yang Muda Yang Berkarya). Sudah dua tahun terakhir para alumni merutinkan ziarah ke Kramat Luar Batang.

Sesuai dengan amanat KH. Fuad Habib Dimyathi pengasuh PIP. Tremas Pacitan, yang mana para alumni yang ada di jakarta untuk melanggengkan shalawat a’dzam di pusara makam kramat luar batang. Kegiatan ini dikoordinir oleh Ust. Fajar Agung Saputro dan sesepuh alumni PIP. Tremas yang lain.

Kegiatan ini diawali dengan istighotsah, pembacaan tawasul, surah yasin dan tahlil lengkap. Kemudian diteruskan dengan membaca shalawat a’dzam sebanyak 41 kali, tak lupa juga mendoakan seluruh muassis dan para masyayikh PIP. Tremas.

IAPT Jakarta Ziarah Rutin Makam Keramat Luar Batang

Supaya tradisi ahlus sunnah wal jamaah tidak hilang, maka para alumni PIP. Tremas jabotabek tetap melaksanakan ziarah kubur, seperti yang dilakukan semasa di pondok dulu.

 

Ziarah Kubur; Ingat Mati

Setiap apapun yang kita lakukan adalah bentuk ikhtiar sebagai manusia yang tak lain adalah hamba Allah. Maka di saat kita melakukan suatu kebaikan yang terniat dalam hati adalah ibadah yang semata-mata pengabdian diri kepada Allah.

Mendoakan kebaikan bagi mayit dan memohonkan ampunan bagi mereka. Ini merupakan bentuk perbuatan baik orang yang masih hidup kepada orang yang telah mati. Amalannya telah putus begitu ia menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan dunia menuju akhirat. Oleh sebab itu, ia sangat membutuhkan orang-orang yang berbaik hati mau mendoakan kebaikan dan ampunan baginya.

Dengan doa yang kita lantunkan berarti kita sudah melaksanakan perintah Allah “ud’uunii istajib lakum…”. (QS. Almukmin: 60). Apabila perintah Allah tersebut sudah kita laksanakan, maka Allah senang melihat hamba-Nya yang taat. Kunci agar Allah ridha dengan apa yang kita lakukan adalah niat yang tulus karena-Nya. Sebab, sebagus apapun amalan kita, jika tidak disertai dengan niat yang benar maka akan sia-sia.

Dengan ziarah kubur, manusia mengingat kematian yang pasti menghampirinya entah kapan waktunya. Ziarah merupakan peringatan bagi yang masih hidup, dan mengevaluasi dirinya. Serta membuat berpikir mengenai pertanggungjawabannya yang berat di hadapan Allah SWT dan terhadap kurangnya amal kebajikan yang telah dibuat. Wallahu A’lam Bishawab. (Yusuf Ar Rifa’i)

Komentar Anda