Ingin Jumpa Kekasih, Santri Tremas Jalani Ibadah Rindu

0
954

Tremas, Soko Pena- Dengan berbusana serba putih, langkah kaki santri dengan penuh semangat menuju halaman depan masjid Pondok Tremas guna menjalankan ibadah rindu pada sang kekasih di Majlis Hubbun Nabi Al Tarmasi, malam Jumat (15/03/2018).

Seluruh perasaan gemuruh hati rindu yang tiada hentinya diwujudkan dan ditumpahkan dengan tangis syahdu para santri ketika munajat kepada sang lanange jagad Shobibul Syafaat baginda kanjeng Rasul Sayyidina Muhammad SAW diiringi dengan senandung lagu sholawat dan musik klasik (Rebana) bersama Hubbun Nabi Al Tarmasi dengan mengharap syafaat kepada beliau, semoga kita semua diakui menjadi umat beliau dan mendapatkan syafaat kelak di yaumul akhir, amin ya rabbal alamin.

Majlis Hubbun Nabi atau yang sering akrab dikalangan santri dengan MAHUNA merupakan salah satu wadah santri untuk mendekatkan diri kepada sang khaliq dan kekasihNya baginda Kanjeng Rasul Sayyidina Muhammad SAW dengan Bersholawat, bermunajat dan berdoa juga dengan pujian-pujian yang baik dan tentunya harapan Syafaat di yaumul akhir.

Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH Fuad Habib Dimyathi menyampaikan dalam sambutannya Kalian Harus, Tan Keno Ora atau Wajib untuk cinta kepada Kanjeng Rasul SAW dan bahkan umpama kok masih sulit minimal dengan nggaya cinta kepadaNya beliau juga mengatakan diakhir sambutannya Sholawat Sak Matee, yen ora gelem sholawat mateo (Membacalah Solawat Sampai Mati, Apabila tidak mau bersholawat maka matilah dari situ menunjukan betapa pentingnya sholawat karena banyak dari golongan arifun billah itu bisa terbuka berkat sholawat Wa Allahu Alamu Bil Showab.

Dipenghujung acara ketika team soko pena wawancara kepada salah satu vocal Hubbun  Nabi Al Tarmasi dalam hal ini diwakili oleh saudara Muhammad Fatih, dia menerangkan dengan bersyukur Alhamdulillah kegiatan pada malam ini berjalan khidmat dan sukses dan bahkan Alhamdulillah pula bisa ditutup dengan makan tumpeng bersama seluruh santri dan assatidz Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. (Anwar Sanusi / Maarif Saifulloh)

Komentar Anda