Gus Ab: Tawassul Mampu Mengaktifkan Potensi Otak Kanan

0
594

Wonosobo – Pengasuh Pesantren Al Asy’ariyah Kalibeber Wonosobo KH Abdurrahman Asy’ari atau yang akrab disapa Gus Ab menuturkan bahwa salah satu keistimewaan para ulama terdahulu adalah mampu mencetak santri-santri yang bermanfaat. Dan mereka berhasil menunjukkan peranan besarnya untuk agama dan bangsanya. Padahal saat itu dunia masih terbatas dan belum semaju seperti sekarang ini.

Lalu kenapa santri sekarang ini dengan dunia yang sudah digenggaman, informasi yang mudah peroleh, justru seakan tertinggal, bila dibandingkan dengan santri terdahulu.

“Bukan salah pesantrennya, bukan salah Masyayikhnya, bukan salah lembaganya. Tetapi bagaimana santri itu bisa memanfaatkan segala informasi itu (untuk diambil manfaatnya,” demikian disampaikan oleh Gus Ab dihadapan mahasantri Ma’had Aly Attarmasi saat bersilaturahmi di pesantrennya, Sabtu malam (11/2).

Gus Ab melanjutkan, para santri sekarang harus bisa menyadari bahwa apa yang sedang mereka pelajari, informasi yang sedang dinikmati ini adalah hasil dari upaya dan doa yang sudah diberikan oleh para pendahulunya.

“Namun biasnya mereka tidak menyadari hal itu. Mereka justru lebih suka menyalahkan orang lain. Mereka belum memiliki karakter introspeksi diri yang tinggi,” tutur putra Alm KH Faqih Muntaha itu.

Oleh karenanya, untuk memiliki karakter introspeksi yang tinggi tersebut, para santri harus bisa mengendalikan dan mengaktifkan potensi otak kanannya. Sebab potensi otak kanan, menurutnya, yang mampu membuat santri selalu berpikiran positif dan maju.

“Untuk bisa mengaktifkan potensi itu salah satunya dengan bertawassul kepada para Masyayikh. Saya yakin, untuk dapat menghasilkan kreatifitas-kreatifitas itu bisa dilakukan melalui sugesti yang diperoleh dari tawassul,” ungkap Kiai yang belum lama ini merampungkan program Doktornya.

Pada kesempatan itu, Gus Ab mengungkapkan rasa syukurnya, bahwa pesantren Al Asy’ariyah hingga saat ini masih Istiqamah dalam mendidik para santri. Menurutnya, laju perkembangan pesantren yang begitu pesat ini, tidak bisa terlepas dari doa dan barokah para Masyayikh Pondok Tremas.”Sebab Pondok Tremas adalah ayah idiologis kami,” tandasnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan silaturahmi ke Wonosobo itu, Wakil Mudir Ma’had Aly Bidang Akademik KH Abdillah Nawawi,  Gus Mu’adz Harits beserta keluarga.

Beberapa alumni dari daerah Wonosobo juga turut hadir menyambut silaturahmi Mahasantri.

Komentar Anda