Tuntunan Praktis Shalat Idul Adha Menurut KH Soleh Darat

0
210

Setiap menjelang Idul Adha, seringkali orang mencari-cari referensi mengenai tata cara shalat lebaran qurban. Berikut salah satu rujukan shalat ‘idaini (dua hari raya Islam) yang disampaikan oleh KH Sholeh Darat dalam kitab Majmu’atus-Syarî’ah al-Kafiyah lil-‘Awâm.

Shalat Idul Adha yang berjumlah dua raka’at hukumnya sunnah. Niat shalat yang dibaca adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ عِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

KH Sholeh Darat memaknai isi niat itu seperi ini: “Saya berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha dua rakaat karena perintah Allah subhânahu wata‘âlâ dan meniru amalan Rasulullah Saw”.

Setelah berniat dilanjutkan takbiratul ihram dengan menyebut: “Allahu Akbar” dilanjutkan dengan membaca doa iftitah dengan mengucap:

الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا …. وَجَهْتُ وَجْهِيَ… الخ

Setelah itu takbir tujuh kali (rakaat pertama) dengan mengucap:

الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

Setelah itu membaca surat al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat yang dihafal. Dilanjutkan dengan ruku’ dan sujud dan kembali berdiri masuk raka’at kedua.

Setelah berdiri pada raka’at kedua membaca takbir lima kali dengan bacaan yang sama dalam raka’at pertama.

Dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah dan surat yang dihafal kemudian dilanjutkan dengan ruku’ dan sujud. Setelah itu dilanjutkan dengan tahiyyat akhir dan diakhiri dengan salam.

Demikian tata cara shalat Idul Adha yang disampaikan oleh KH Sholeh Darat. Tata cara ini juga berlaku sama ketika shalat Idul Fitri, hanya dengan mengubah kalimat niatnya saja.

Setelah shalat ‘id selesai, kemudian dilanjutkan dengan dua kali khutbah sama seperti shalat Jum’at. Ketika sebelum khutbah shalat ‘id disunnahkan membaca takbir 9 kali (khutbah pertama) dan takbir 7 kali (khutbah kedua).

Sunnah shalat ‘id ini untuk laki-laki dan perempuan dalam keadaan mukim atau sedang musafir baik dengan berjamaah atau sendiri (munfarid). Berbeda dengan shalat Jum’at yang wajib dilaksanakan dengan berjama’ah.

Selamat Idul Adha 1437 H/2016 M.

Wallahu a’lam bis-shawâb.

 

M. Rikza Chamami, Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat) & Dosen UIN Walisongo

Komentar Anda