Habib Luthfi: Jadilah Kiai Ekonom dan Ahli Pertanian!

0
252

Batang- Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman)  Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya mendorong para kiai agar tidak hanya mengasuh para santri di pesantren namun juga memasyarakat dengan menjadi kiai yang ahli ekonomi dan kiai yang ahli bertani. Sebab, katanya, masa depan bangsa Indonesia membutuhkan ahli ekonomi dan ahli pertanian dari kalangan pesantren.

“Jadilah kiai yang ekonom. Jadilah kiai yang ahli pertanian. Sehingga akan menjadi contoh keteladanan dan mampu memberikan jawaban atas regenerasi masa depan bangsa Indonesia,” pintanya dalam acara Sulaturrahmi Kiai-kiai muda pengasuh pesantren se-Jawa Tengah di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang, Jawa Tengah, Rabu (1/6) sore.

Habib Luthfi menjelaskan, Indonesia merupakan negara agraris yang kaya, namun Indonesia belum maksimal dalam mengelola dan memanfaatkanya. Sehingga, Indonesia menjadi negara yang tertinggal dari negara lainya. Karena di saat bangsa-bangsa lain fokus membangun perekonomiannya, bangsa Indonesia  masih memperdebatkan soal khilafiyah-khilafiyah dalam beragama.

“Bangsa Indonesia khususnya umat Islam ke depan makanya bukan mengonsumi masalah khilafiyah, makanya bukan dicekoki dengan perdebatan antimaulid dan antitahlil, bukan itu. Tapi anak-anak kita, orang-orang tua mereka menanti siapa yang akan melanjutkan membiayai mereka sekolah hingga ke perguruan tinggi,” kata habib asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan sinergi antarpesantren dalam rangka membangun kemandirian umat. Habib Luthfi mengajak para kiai muda untuk turut berperan dalam pembangunan ekonomi dan pertanian di Indonesia. Zaman dahulu, menurutnya, dunia Islam sangat maju karena para ulamanya selain ahli dalam ilmu agama juga ahli dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Para kiai muda diminta untuk mencontoh peran para ulama terdahulu yang membanggakan itu.

“Kalau para kiai muda tidak mencanangkan kemandirian ekonomi, maka para kiai muda kalah dengan para sesepuh terdahulu,” pungkas Habib.

Silaturarahmi yang digelar di Pondok Modern Tazakka Bandar Batang diikuti sekitar 200 kiai muda pengasuh pesantren di Jawa Tengah. Tampak hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Batang Soetadi, Wakil Bupati Kendal, Pembina Pondok Tazakka H Muzammil Basyuni, dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi.

Sementara itu beberapa tokoh hadir sebagai narasumber, antara lain Katib Syuriyah PBNU sekaligus Pengasuh Pesantren Tremas Pacitan KH Luqman Harits Dimyathi, Ketua PWNU Jawa Tengah H. Abu Hapsin Umar, dan Gus Idror Maimun Zubair.

Sumber :NU Online

Komentar Anda